Selasa, 19 Juni 2012

Obat Sakit Kepala Bikin Sakit Kepala


Ketika kepala terasa nyut-nyutan, yang paling sering kita lakukan adalah menuju ke warung terdekat untuk membeli obat sakit kepala, seperti paracetamol, acetaminophen ataupun aspirin. Jika kepala terasa sakit, tanpa banyak pikir, langsung saja minum obat sakit kepala. Apalagi kalau sakit kepalanya bertambah berat, minum sebiji lagi atau kadang dua biji sekaligus dianggap biasa. Namun, kalau hal ini berlangsung terus menerus, yang bisa terjadi bukannya sembuh, sebaliknya malah bertambah cekot-cekot.
Salah satu penyebab utama sakit kepala kronis (menahun) adalah sakit kepala yang diakibatkan oleh konsumsi obat sakit kepala yang terlalu sering. Di Pain Center Amerika Serikat, sakit kepala yang satu ini terkenal sulit untuk dihilangkan.
Minum obat sakit kepala dalam kurun waktu paling sedikit tiga kali seminggu atau bahkan setiap hari, dapat menimbulkan suatu lingkaran setan sakit kepala yang terus menerus. Siklus ini biasanya terjadi ketika seseorang mulai mencoba obat sakit kepala. Setelah beberapa jam kemudian, kalau sakit kepala yang dirasakan tidak reda juga, biasanya penderita melanjutkan minum obat yang sama. Ketika sakit kepala yang diderita terasa makin parah, ada yang malah menggandakan dosisnya. Bahkan beberapa penderita tidak lagi menunggu sampai sakit kepalanya muncul kembali, melainkan terus saja mengkonsumsi obat tersebut supaya tidak kambuh. Setelah beberapa hari, terciptalah satu rantai sakit kepala yang sulit untuk diputuskan atau yang dikenal dengan sebutanrebound headache.
Penyalahgunaan obat sakit kepala menyebabkan tubuh terbiasa dengan konsentrasi obat yang berada di dalam peredaran darah. Ketika kadar obat di dalam darah mulai menurun, penderita mengalami gejala putus obat berupa sakit kepala yang bertambah parah, persis seperti orang yang sudah kecanduan narkoba dan putus obat.
Bagaimana cara mengenali sakit kepala jenis ini? Jika anda mengkonsumsi obat sakit kepala selama 10 hari berturut-turut atau lebih per bulan dan mengalami sakit kepala yang justru lebih parah daripada sebelum minum obat, besar kemungkinan anda menderita sakit kepala ini. Penyembuhannya hanya dengan menghentikan obat sakit kepala tersebut. Meski begitu, ini artinya anda akan mengalami sakit kepala yang berat selama beberapa minggu sebelum terjadi perbaikan.
Ada beberapa cara untuk mencegah supaya siklus ini tidak terjadi. Obat sakit kepala bisa dikonsumsi selama dua hari sesuai dengan dosis yang dianjurkan, kemudian dihentikan selama lima hari. Lalu bagaimana kalau sakit kepalanya belum hilang pada hari ketiga? Pertama, penderita tetap bertahan untuk tidak mengkonsumsi obat sakit kepala itu selama lima hari, atau konsultasi dengan dokter, sehingga dokter bisa meresepkan obat sakit kepala jenis lain yang tidak menimbulkan efek putus obat.
Kafein adalah salah satu unsur yang terkandung di dalam obat sakit kepala, dimana kafein dapat mempercepat menaikkan kadar obat sakit kepala di dalam tubuh. Namun jika penderita juga mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein setiap hari, seperti kopi atau minuman kemasan, ini pun bisa menimbulkan efek putus obat yang sama.
Bagaimana kalau gejala putus obat sudah timbul? Jangan sekali-kali menghentikan obat sakit kepala secara mendadak, tetapi lakukanlah secara bertahap. Misalnya, kalau dosis obat sakit kepala yang dikonsumsi adalah tiga kali sehari, maka cara berikut ini bisa dicoba untuk menurunkan dosisnya.
Hari pertama dan kedua tetap 3x
Hari ketiga dan keempat tetap 3x, tapi dosisnya dikurangi ¼
Hari kelima dan keenam tetap 3x, dengan dosis dikurangi ½
Hari ketujuh dan kedelapan 2x sehari dengan dosis ½
Hari kesembilan dan kesepuluh 1x sehari dengan dosis ½
Ini hanya sekedar contoh penurunan dosis obat sakit kepala. Yang jelas, anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan sakit kepala yang diderita tidak disebabkan oleh gangguan lain yang lebih serius. Bahkan beberapa penderita membutuhkan perawatan di rumah sakit untuk menyembuhkan sakit kepala ini.
Semoga bermanfaat………………

0 komentar:

Poskan Komentar